Peserta Pengajian dan Sosialisasi Pegerakan PD IPM Tangerang Selatan berpose di halaman Perguruan Muhammadiyah Ciputat (10/5)
Tangerang Selatan – Ahad (10/5),
Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Tangerang Selatan mengadakan
Pengajian yang bertemakan, “Menyikapi Pergaulan Bebas dalam Pandangan Islam.” Tema
ini kami angkat berdasarkan realita masyarakat, khususnya pelajar yang masih rentan terhadap pengaruh pergaulan
bebas. Pelajar sebagai bagian dari struktur masyarakat dengan rentang usia di
bawah 20 tahun, merupakan sasaran empuk untuk dijadikan korban penyimpangan
sosial. Seperti kita ketahui, baru-baru ini marak diperbicangkan kasus
prostitusi online yang melibatkan
pelajar berusia 14 sampai 18 tahun. Kasus
ini bisa terjadi karena lemahnya iman, lingkungan yang buruk, juga pelajar yang
masih mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif.
Sebagai
gerakan berbasis pelajar, IPM tentu memiliki kepentingan untuk mengatasi
masalah ini. Oleh karena itu, Pengajian yang dibimbing oleh Ustaz Muhammad Dwi Fajri
lebih menekankan pada gaya hidup yang memengaruhi pergaulan bebas pelajar. Di antara
gaya hidup itu adalah Hedonisme, Liberalisme, Materialisme, dan Sekulerisme. Kelima
faktor gaya hidup tersebut merupakan tantangan bagi masyarakat era modern,
terlebih bagi umat Islam, yang semestinya senantiasa memerhatikan rambu-rambu dalam
Al Quran dan Sunnah. Apa-apa yang Allah dan Rasul-Nya larang, tidak boleh
dikerjakan, dan segala sesuatu yang diperintahkan harus dilakukan.
Penyerahan sertifikat kepada pemateri yang diwakilkan Ketua Umum PD IPM Tangerang Selatan
Selain
itu, pemateri juga menggambarkan fenomena media yang menjadi pengaruh paling
besar dalam pergaulan bebas. Sebagian besar media saat ini telah melewati batas
kewajaran. Aurat sudah tidak tabu lagi dipamerkan, pergaulan lawan jenis tidak
ada batasnya, pola kehidupan semakin konsumtif, dan media pun sudah tidak
canggung memperlihatkan segala kemaksiatan yang disampul rapi melalui drama
atau reality show. Kondisi demikian,
membuat penyimpangan sosial ini dianggap biasa, bahkan menjadi budaya. Oleh karena
itu, tidak heran jika pelajar semakin rusak dan luntur identitasnya.
Menurut
pemateri yang juga aktif sebagai dosen UHAMKA, peran IPM dalam menyelesaikan
persoalan ini adalah dengan menerapkan Gerakan Jamaah, Dakwah Jamaah (GJDJ). Kader
IPM harus bisa menjadi pelita bagi sekelilingnya. Membuat sekelilingnya terang
dan dapat menularkan kebaikan kepada generasi Islam selanjutnya.
Beliau juga mengatakan bahwa IPM harus menjadi rumah inspiratif pelajar yang menginspirasi pelajar untuk bersikap baik dan bermoral sesuai dengan tuntunan ajaran Islam.
Pelaksanaan Pengajian dan Sosialisasi Pergerakan PD IPM Tangerang Selatan
Pengajian
yang dihadiri 62 peserta dari tiga cabang dan 13 ranting ini berlangsung di
Peguruan Muhammadiyah Ciputat. Usai pengajian, kami sholat zhuhur berjamaah dan
dilanjutkan dengan agenda, “Sosialisasi Pegerakan IPM se-Tangerang Selatan”
yang disampaikan langsung oleh Ketua Umum Daerah, Ipmawan Tara Prayoga.
Selain
itu, kami juga mensosialisasikan perlombaan-perlombaan Muhammadiyah Expo dan program Gerakan Infak Daerah
(GID) yang akan dilaksanakan mulai bulan ini.
Rangkaian
kegiatan selesai sekitar pukul 14.30 WIB. Kami berharap Pengajian dapat
berjalan rutin, sehingga silaturahim IPM se-Tangerang Selatan terus terjalin. (Tara)



Komentar
Posting Komentar